Senin, 25 November 2013

Keistimewaan Air Hujan

Keistimewaan Air Hujan

Bagi sebagian kecil dari mereka, hujan merupakan bagian kehidupan yang selalu dinantikan kehadirannya. Bahkan, menjadi kerinduan mendalam karena keistimewaannya. Dari sekian banyak mitos di masyarakat, hujan mendapat tempat spesial di hati semua orang. Walau demikian, ada pula hal-hal yang dapat menepiskan bahkan tidak mengharapkan hujan datang. Ibarat dua sisi mata uang, selalu ada hal baik dan buruk dengan kehadiran hujan, diantaranya :

  • Penelitian Ilmiah
Buktinya, penelitian-penelitian yang dilakukan oleh ilmuan-ilmuan klimatologi menyatakan, sebagaimana yang saya kutip dari tulisan karya Harun Yahya, jumlah volume air yang menguap setiap tahunnya, yang kemudian menjadi hujan, sama dengan jumlah volume air yang turun ke permukaan bumi. Rata-rata volume tersebut sebesar 16.000.000 ton air per tahunnya. Secara ilmiah, angka yang sama tersebut merupakan hal yang luar biasa atas terjadinya fenomena alam. Siklus hujan tersebut terjadi setiap tahunnya berangsur-angsur dalam kondisi yang sama. Volume air yang menguap menuju awan akan sama dengan volume air yang turun ke permukaan bumi.

  • Kebutuhan akan Hujan
Seperti yang kita ketahui, 2/3 permukaan bumi ini diisi oleh air atau perairan yang merupakan representasi dari samudera-samudera luas. Pun sama dengan kebutuhan tubuh kita terhadap air dan mineral, pengaruhnya sangat luar biasa dalam kehidupan. Jika perbandingan tersebut melenceng sedikit saja, maka akan terjadi ketimpangan disana-sini. Itu berarti, kebutuhan kita terhadap air sangat tidak mungkin terelakan. Dan, hujan lah yang membawa air-air itu ke dalam kehidupan, melalui siklus yang istimewa. Jika tidak turun hujan, ekosistem alam menjadi tidak seimbang, kekeringan terjadi disana-sini, panen berbagai macam kebutuhan pangan gagal, serta berbagai macam persoalan ketidak-seimbangan ekosistem terjadi. Maka, hujan adalah kebutuhan primer yang sudah seharusnya ada di dalam kehidupan.

  • Mitos Hujan di Siang Hari
Ketika kita melihat berbagai macam mitos tentang hujan, mungkin kita akan bertanya, mengapa sampai ada mitos-mitos tersebut. Misal saja, ketika hujan di siang hari yang terik, mitosnya adalah ada seseorang yang meninggal saat itu. Atau jika kita melihat mitos di Korea, hujan di hari yang terik sering disebut huja rubah. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, kita dapat melihat bagaimana berartinya hujan bagi masyarakat, hingga banyak hal yang selalu dikaitkan dengan hujan. Hujan mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat, yang kemudian mengabadikannya sehingga muncul lah mitos-mitos tentang hujan.

  • Pesona Pelangi
Maha Suci Allah dengan segala bentuk keindahan yang ada di alam. Allah lah yang menciptakan keindahan-keindahan itu, sampai-sampai kita berdecak kagum ketika melihatnya, salah satunya pelangi. Biasan cahaya berwarna-warni itu menjadi sihir yang agung tatkala muncul di depan pandangan kita. Dan tentunya, pelangi tidak akan muncul tanpa adanya hujan. Melalui hujan lah, pesona pelangi terpancar dengan megahnya.

  • Keistimewaan Hujan Gerimis
Seperti halnya hujan di tengah terik matahari, mitos hujan gerimis pun bergema di masyarakat. Walaupun mitos ini hanya terjadi di sebagian kecil kalangan, nyatanya mitos tersebut sangat dipercaya akan terkabulnya doa-doa. Maka, jangan heran jika saat hujan gerimis, ada sebagian orang yang tiba-tiba bersimpuh, memejamkan mata kemudian memanjatkan doa. Karena mitosnya, doa di hujan gerimis akan dikabulkan, terutama doa mengenai jodoh. Sekali lagi, terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, buktinya hujan dalam bentuk apa pun, mendapatkan tempat istimewa dalam hati masyarakat, sehingga bermunculan mitos-mitos tersebut.

  • Adzan saat Hujan Angin
Tak hanya keindahan yang ditawarkan dengan hadirnya hujan, terkadang hujan datang dengan kegagahannya, melalui hujan deras, angin dan disertai deraan suara langit yang menggelegar. Suasana mencekam menebar ancaman ketika hujan deras beserta angin kencang datang. Disaat seperti itu, rumah akan berubah menjadi istana megah yang menaungi kita dari ancaman tersebut. Nyatanya, di masyarakat, Adzan senantiasa dikumandangkan ketika hujan angin datang. Terlepas dari apakah tujuan dikumandangkannya Adzan, hal itu sudah menjadi kebiasaan yang melekat.

0 komentar:

Posting Komentar