Kamis, 14 Februari 2013

Pentingnya Mengetahui Golongan Darah

Pentingnya Mengetahui Golongan Darah

 
Ketika orang bertanya, “Golongan darahnya apa?” Kemudian jawabannya bisa golongan darah A, B, AB atau O. Sebenarnya apa sih golongan darah dan perlunya kita mengetahui golongan darah kita?
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dengan kata lain, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat (kemudian disebut antigen) yang terkandung di dalam sel darah merah.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengetahui golongan darah antara lain :

  • Penting dalam Tranfusi darah
Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah. Biasanya transfusi ini berlaku untuk antar anggota keluarga atau orang yang bergolongan darah sama. Namun sebelum melakukan transfusi darah memang harus melakukan cek golongan darah agar darah memang betul-betul cocok dan tidak mengandung penyakit atau virus.

  • Penting dalam tes DNA
Untuk mengetahui silsilah keluarga atau mengetahui status anak, apakah ia hasil hubungan resmi atau tidak. Anak bisa jadi tolok ukur kesetiaan pasangan. Pengujian pertama adalah dengan kemiripan wajah orang tua. Kedua tentu dengan golongan darah. Ketiga yang lebih akurat dengan tes DNA.

Bila dicek dengan golongan darah, sejauh ingatan di kepala tidak mengkhianati terlalu dalam, bisa diterapkan rumus berikut yang sudah dikenal ketika SMP/SMA. Setiap golongan darah memiliki rumusan seperti ini:

A    = Ia-Io
B    = Ib-Io
B    = Io-Io
AB  = Ia-Ib

Kalau  seseorang bergolongan darah A kawin dengan golongan darah O, maka kemungkinan anaknya adalah: A atau O saja.  Begitu juga kalau B kawin sama O. Kalau A kawin sama B, maka kemungkinan anaknya akan bergolongan darah A, B, AB, atau O. 
Kalau A kawin dengan AB, kemungkinannya adalah A, B, atau AB. Kalau B kawin dengan AB, kemungkinannya juga sama: A, B, atau AB. Sedangkan kalau O dengan O, ya pasti O. Sedangkan kalau AB kawin sama O, maka kemungkinan anaknya adalah A atau B.

  • Untuk menghindari penyakit jika terjadi perkawinan
Selain hemolisis, ada kelainan genetik lain yang juga mengintai ibu (serta bayi yang tengah dikandung, bila kasus terjadi pada wanita atau ibu hamil). Terutama jika ibu berdarah rhesus negatif sedangkan suami berdarah rhesus positif. Masalah ini biasanya terjadi pada perkawinan antar bangsa.

Sumber : http://carapedia.com

2 komentar: