Kedai Kopi Bernuansa
Kedai kopi, atau mungkin orang menyebutnya sebagai kafe merupakan
salah satu tempat pilihan yang dituju untuk bertemu kerabat, teman, atau
malah untuk dikunjungi seorang diri. Pastinya tidak hanya rasa kopi
yang dicari, tapi juga suasana apalagi jika anda lelah sehabis kerja.
Kopi dengan suasana kedai yang nyaman akan membuat anda lebih menikmati
hari anda. Berikut beberapa kedai kopi bernuansa yang bisa membuat
anda betah :
Das Neue Kubitscheck, Munich, Germany
Dikenal sebagai kafe yang mengubah tema 50-an dengan menambahkan
detail abstrak 3 dimensi yang berupa tumpukan kotak kue di pojok,
membuat kedai kopi ini menjadi lebih artistik. Pemilik kedai kopi yang
berlokasi di Munich, Jerman, sangat serius akan satu hal, tidak boleh
ada serbet di atas meja. Mungkin salah satu alasannya mengapa Armin
Stegbauer, pemilik kedai, menaruh ornamen papan permainan di mejanya.
Anda akan melihat meja dengan ornamen papan catur di kedai kopi ini.
Penempatan bangku yang panjang dan menyudut membuat kafe ini terbuka
ramah untuk setiap orang, kesempatan untuk berkenalan dengan tamu lain
lebih besar dibandikan penempatan kursi dan meja yang terpisah-pisah.
Ada satu lagi yang khas dari kafe ini, dari luar, terlihat tepat di
jendelanya sebuah kalimat yang merupakan slogan dari kedai tersebut :
“F…k the Backmischung” yang dalam bahasa Inggris berarti “F…k the Cake
Mix”.
- St. George Lycabettus Cafe, Kolonaki, Greece
Ornamen berbentuk pita terlihat sambung menyambung di kedai kopi ini
sangatlah unik. Pita berbahan keras yang melintas dari lantai dan
membentuk kursi, sehingga terlihat kontras dengan lantai marble berwarna
abu-abu. Kedai ini menjadi lebih artistic dan kontemporer dengan
ornamen tersebut.
Berlokasi di sebuah hotel, St. George Lycabettur Hotel, di Kota
Kolonaki, Yunani, kedai kopi ini bisa dijadikan pilihan tempat yang
dikunjungi pada saat Anda berwisata ke Yunani. Sebuah kedai kopi dengan
aksen kontemporer yang unik.
Cardboard Cafe, East London Studio
Dibentuk dari 8000 kardus oleh para arsitek di B3 Designer, membuat
kedai ini unik dan kontemporer. Tumpukan kardus tersebut diletakan di
pintu masuk, dinding dan meja saji. Ditampilkan pada London design
Festival di tahun 2008, dan lalu menjadi kafe sementara di studio mereka
di London.
Ada aksen lampu merah yang membuat tumpukan kardus berwarna cokelat
muda ini terlihat seperti sebuah mozaik kubus. Karya yang menarik dan
cukup membuat para pengunjung tidak hanya menikmati kopi saja, juga
ruangan dan interiornya.
D’espresso Cafe, New York City
Kopi biasa identik dengan bacaan,
mungkin hal ini yang menginspirasi pemilik D’espresso Cafe di New York
untuk membuat kedai kopi yang mengangkat tema buku/bacaan. Selain
dinding utama yang beraksen kayu gelap, anda akan melihat lantai dinding
di pojokan dan langit yang penuh dengan buku. Tentunya bukan buku
betulan, itu adalah imej yang dicetak di atas ubin, membentuk imej besar
berwarna sephia yang memenuhi ruangan.
Kedai kopi ini berukuran 39 meter
persegi, cukup kecil untuk ukuran kedai kopi di Manhattan, tapi cukup
besar untuk kehangatan dan interior yang megah tersebut. Lokasinya dekat
dengan New York Public Library’s Bryant park branch, tempat yang sangat
strategis untuk para pencinta buku dan literatur.
Brother Baba Budan, Melbourne, Australia
Tidak hanya dikenal karena rasa kopinya,
tetapi juga diknal karena desain interiornya. Bayangkan di
langit-langit ruangan anda melihat tumpukan bangku kayu sebagai
interior. Sangat kontemporer, sehingga anda bertanya-tanya apakah kursi
itu cukup kuat diletakan di langit-langit dan tidak akan menimpa anda.
Kedai ini hanya memiliki kapasitas 15
orang,tempatnya sangat kecil untuk reputasinya yang terkenal ke
mancanegara. Salah satu kedai kopi yang harus anda kunjungi bila anda ke
kota Melbourne.
Sumber : http://uniknya.com